3 bulan yang lalu dia punya cita-cita mau jadi masinis...cukup kaget juga medengarnya, entah darimana dia terpikirkan cita-cita tersebut...
2 bulan yang lalu cita-citanya masih jadi masinis dan ditambah dengan jadi sopir bus...tambah terkejut lagi tentunya...
2 minggu yang lalu, dengan santainya dia bilang "Aku pengen jadi arsitek seperti Ibu", ketika saya tanyakan kenapa tidak ingin jadi Arsitek yang seperti Ayah, dia menjawab dengan enteng, aku gak mau seperti ayah, karena aku kan cewek, kan seperti ibu, hahaha...aku tertawa geli mendengar alasannya..
Ternyata usut punya usut..dia bermimpi menjadi arsitek yang seperti Ibu karena Ibunya yang arsitek masih punya banyak waktu untuk mengajaknya bermain di Mandi Bola atau sekedar makan di KFC, beda dengan ayahnya yang arsitek, tetapi selalu sibuk dan jarang bisa bersamanya.
Ini seperti sentilan bagi saya, karena dalam perjalanannya saya memang berlatar pendidikan sebagai sarjana teknik di bidang arsitektur, tetapi sampai saat ini pun status arsitek itu saya rasakan hanya sebagai sebuah status saja-tidak lebih...
Dunia pendidikan arsitektur yang lebih akrab dikenal sebagai dunia kampus alias jadi dosen arsitektur, mau tidak mau menggiring saya untuk jarang tercebur di dunia praktik secara langsung. Pengetahuan lapangan banyak saya dapat dari sharing bersama mantan pacar saya (yang sekarang menjadi suami) lewat diskusi-diskusi panjang lewat tengah malam, itupun kalau memang mood ngobrol tentang arsitektur...
Kadang-kadang pengetahuan langsung itu hanya dapat saya bayangkan lewat bacaan-bacaan buku secara teoritis, bukan melihat dan merasakan langsung kejadian yang sesungguhnya di lapangan.
Lalu pertanyaan besar muncul...apakah memang pilihan hidup yang akhirnya menjajah saya menjadi seperti ini ? karena mau tidak mau kondisi seperti ini menjadi kondisi ideal bagi saya untuk bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keluarga yang mau tidak mau harus mengalahkan idealisme saya untuk menjadi arsitek yang sesungguhnya..
Dengan kata lain saya pun kadang-kadang bingung jika dipanggil sebagai seorang arsitek, bahkan saat ini saya merasa nyaman kalau orang mempunyai image diri saya sebagai Bu Guru di kampus...


0 comments:
Posting Komentar